Sabtu, 07 Juli 2012

Memahami Perjalanan Diri


Pernahkah merenungi perjalanan diri?
Apa yang didapatkan?
Bila digambarkan dalam bentuk kurve seperti apa perjalanan Anda?
  •   Kita adalah orang yang paling memahami diri kita sendiri.
  •   Pahami diri agar dapat dipahami orang lain.
  •   Pahami diri untuk memahami orang lain.
  • Kita mengenali kekurangan dan kelebihan diri. Sehingga kita tahu bagaimana kita harus melangkah dalam hidup ini

Diawali dari kesadaran  bahwa manusia harus berjalan, hanya mereka yang berjalan yang akan sampai ke tujuan.
Setelah ada kesadaran bahwa dirinya harus berjalan, maka ia harus berusaha mencari jalan.
Setelah mencari, ia harus menemukan jalan yang ia cari selama ini. Namun harus ingat bahwa “Ini jalan bukan tujuan”.
Setelah menemukan jalan, ia harus “uji” bahwa ini memang jalan yang benar, jalan lurus. Jangan tertipu, terpedaya
Setelah menemukan jalan, ia harus MULAI BERJALAN. Punya keberanian melangkah, JANGAN RAGU.
Setelah mulai berjalan, ia harus sadar bahwa dirinya telah MULAI MENJALANI satu perjalanan
INGAT!!
Perjalanan ini dipenuhi amalan atau tindakan bukan sekedar konsep (‘ilmu wal ‘amal).
Jalan yang ditempuh adalah sebuah pendakian, penuh onak dan duri, di kanan kiri jurang.
Tempuhlah jalan ini dengan mengurangi hidup senang-senang. Dan jangan suka menuruti keinginan, tetaplah sederhana.
  SELALU MENURUTI KEINGINAN AKAN MENGURANGI KESADARAN
Setelah tahu dirinya berjalan, ia harus tahu sampai di mana ia berjalan (bukan jalan ditempat).
Dibutuhkan “pemandu, guide, pembimbing, pendamping, guru, dalam mengarungi samudera nan luas..
Setelah tahu di mana ia berada, ia harus paham  bahwa yang ia capai bukan “tujuan akhir”, tapi hanya “etape, tahapan, Jangan terpesona, jangan terpedaya.
Setiap etape harus dapat dirasakan, dinikmati, “diukur”, baik oleh dirinya  sendiri  maupun orang lain
Harus ada perubahan dari: “kewajiban ke “kebutuhan, dan terus.. Menembus batas.
Kemudian ia harus siap untuk berjalan ke etape-etape berikutnya “ingat di atas langit masih ada langit”. Perjalanan tiada akhir. Teruuuss.. dan terus….
Semangat.....


Tidak ada komentar:

Posting Komentar